Putra Mahessa racer asal Magelang yang memback up tim BST Racing Magelang ini, selalu bikin gedek para rival nya, terkait dengan performa Jupiter-Z pacuannya. Dari konsisten nya performa mesin Jupiter-Z pacuannya, ini pun Putra jadi lebih mudah fight, mengovertake lawan-lawan nya satu demi satu.
Apa saja rahasia korekan Babahe sang tuner ? Riset di penghujung akhir tahun 2011, gigi rasio memakai perbandingan terbaru. Gigi 1(36-13), 2(29-16), 4(26-23).
Tipikal gigi 1 ringan, spesial buat lintasan u-turn serta menunjang gaya balap stop and go. Gigi 2, power stand by jadi mantap diaplikasi untuk rolling speed. Racikan gigi 2 juga berperan untuk merapatkan dengan gigi 3. Sedang gigi 4 disengaja lebih ringan, agar power produktif bisa diterapkan saat top gear atau gigi 4. Dengan demikian gigi 4, tak menjadi penerus atau over drive saja,”terang Babahe.
Konsekuensi racikan gigi rasio ini merujuk pada konsumsi gas segar cenderung lebih pekat, untuk mengolor power band ketika suatu saat telat ngoper. Sesuai hasil riset, paling pas memakai Koso 40 mm, dengan setingan main jet 105 dan pilot jet 60. Gasingan bawah jadi lebih responsive, komposisi setingan karbu demikian peak power lebih singkat dikail.
Untuk menyempurnakan konsep itu durasi noken as menganut 272 derajat (in) dan 276 derajat (ex). Serta menghasilkan lifter katup 8,9 mm. Dan dikawal pemakaian katup Sonic yang dirombak menjadi 28 mm (in) dan 24 mm (ex), serta pegas katup Jepang terbaru warna hijau. Khusus untuk pasar senggol trek pendek-pendek, mesin cocok nya disuport clearance stelan katup 0,5 mm.
Itu artinya, siklus buka tutup katup menghendaki angka over lap lebih lebar, efek terlalu rendah nya angka durasi. “Hal ini saya sengaja, sebab trek pendek nya pasar senggol juga variatif, ada yang pendek sekali dan medium,”kata Babahe.
“Sebaliknya, untuk menghadapi lintasan pasar senggol yang lebih panjang, tinggal menyerasikan clearance katup lebih kendor,”urai nya.
Kapasitas mesin disokong piston Izumi 55,25 mm dan dimampatkan pada ruang bakar yang menganut perbandingan kompresi medium-high 13,8 : 1. Metodhe pencarian perbandingan kompresi ini Babahe berdasar pada racikan gigi rasio. Sebab, silinder cop yang menganut 13,5 : 1, di gigi 4 speed nggak jalan dan kurang liar.
“Konsekuensi perbandingan kompresi demikian ini, jenis BBM wajib avgas hijau edisi pertama dengan RON 108,”urai Babahe.
Piranti pengapian menganut konsep DC, dengan sokongan rotor magnet yang bobot nya tersisa 500 gram. Agar putaran as kruk tetap balans, fly wheel gigi primer diplot dengan bobot 400 gram. Program pengapian dipercayakan CDI Rextor Pro Drag, yang diseting bengis di gasingan bawah. Dan disuport koil YZ-125. | pid
SPESIFIKASI
Gigi rasio : Gigi 1(36-13), 2(29-16), 4(26-23) | Karbu: Koso 40 mm | Perbandingan kompresi : 13,5 : 1 | Katup : 28 mm (in) & 24 mm (ex) | Piston : Izumi 55,25 mm | Final gear : 14-41 | Fly wheel : 400 gram | Knalpot : Cream-Pie | Pegas katup : Jepang | CDI : Rextor Pro Drag | Koil : YZ-125
Tidak ada komentar:
Posting Komentar