Siapa sangka motor pabrikan Yamaha ini bisa tembus top speed 26dk,
pasti orang yang melihat akan tercengang. Dalam membangun motor untuk
drag berkapasitas kecil memerlukan perhitungan cermat oleh sang mekanik
di dalam menentukan spesifikasi mesin, pengukuran serta pemilihan
material sparepart yang akan dipakai menjadi kunci output tenaga
maksimal.
Motor yang dicoba adalah Jupiter Z, pada mesin sudah ada kruk as bagus dengan langkah 54mm, maka untuk mengejar regulasi dilakukan bore up penggantian piston daytona diameter 55.2mm akan menjadi kapasitas mesin 129cc, hasil ini didapat dari perkalian volume silinder, rumusnya adalah v=(3.14×55.2x 55.2×54)/4000=129.16cc. Pertanyaannya mengapa harus piston daytona? karena piston dibentuk dengan proses FORGING menjamin durability ditempa kompresi diatas 15:1. Ciri khas motor drag bike. Dengan bentuk piston blank (mentah) akan leluasa membentuk dome piston menyesuaikan kubah ruang bakar. Pen ke top piston dibuat tinggi 12mm, blok piston jupiter z pun dipangkas sesuai panjang asli blok vega.
Motor yang dicoba adalah Jupiter Z, pada mesin sudah ada kruk as bagus dengan langkah 54mm, maka untuk mengejar regulasi dilakukan bore up penggantian piston daytona diameter 55.2mm akan menjadi kapasitas mesin 129cc, hasil ini didapat dari perkalian volume silinder, rumusnya adalah v=(3.14×55.2x 55.2×54)/4000=129.16cc. Pertanyaannya mengapa harus piston daytona? karena piston dibentuk dengan proses FORGING menjamin durability ditempa kompresi diatas 15:1. Ciri khas motor drag bike. Dengan bentuk piston blank (mentah) akan leluasa membentuk dome piston menyesuaikan kubah ruang bakar. Pen ke top piston dibuat tinggi 12mm, blok piston jupiter z pun dipangkas sesuai panjang asli blok vega.
Supaya
deck clearance ketemu pas di angka 0.5mm. Pen ke dome dibuat tinggi
17mm, artinya dome piston ada dikisaran 5mm, sedang tepian piston menuju
dome dibuat membentuk derajat 9 sesuai squish pada kepala silinder.
Bagian Head dirubah klep lebar menggunakan katup sonic, diameter inlet
28 dan outlet 24 dengan gap intervalve 4,8mm. Mengapa dibuat begitu
lebar? hal ini untuk mengakomodir noken as estilo yang terkenal gemuk
dengan pinggang 19mm dan tinggi 26mm. Sehingga ketika overlap maximum
terjadi di angkatan 3,9 mm jarak antar katup masih tersisa hampir 1mm
menjamin keselamatan klep tidak saling bersinggungan meski digeber
hingga 15,000 rpm. Pir klep Jepang merk AHRS didaulat untuk menahan lift
9,5mm agar tidak floating. Untuk mempercepat akselerasi rocker arm
diganti dengan bahan titanium serta model pelatuk roller.
Lift tinggi diperuntukkan meningkatkan torsi di low end RPM, sedangkan durasi besar difungsikan untuk mengejar torsi putaran atas. Untuk itu durasi noken as roller ini bisa dipapras hingga 280 derajat diukur pada angkatan klep 1mm. Dengan LSA 100 derajat, diharapkan akselerasi menuju peak power bisa dikail dengan cepat.

Lift tinggi diperuntukkan meningkatkan torsi di low end RPM, sedangkan durasi besar difungsikan untuk mengejar torsi putaran atas. Untuk itu durasi noken as roller ini bisa dipapras hingga 280 derajat diukur pada angkatan klep 1mm. Dengan LSA 100 derajat, diharapkan akselerasi menuju peak power bisa dikail dengan cepat.

Untuk
revisi jalur masuknya bahan bakar dirombak habis dengan bor tuner
hingga membentuk 26mm pada intak manifold, diarea seputaran bos klep
dibuat hingga 28mm atau 100 % dari diameter klep. Exhaust dibuat rata
24mm hingga pertemuan pada knalpot. Punggung payung klep dibubut back
cut supaya katup lebih ringan kinerjanya dan meningkatkan flow. Pemasok
bahan bakar dipercayakan pada karburator ex kawasaki KX85 dengan ukuran
pilot jet 60 , dan main jet 102. Diseting kering khusus untuk pacuan
drag 201m. Knalpot mengandalkan WRX tipe oval dengan tipe leher pendek
diameter 26mm. Otak pengapian cdi KAWAHARA programable dipatok tertinggi
di 36,5 derajat pada 10,000 rpm turun langsam hingga 30 derajat di
15,000 rpm sebelum menyentuh limiter.
Balancer menggunakan berat 400gram serta magnit model rotor total loss DC dengan berat 450gram. Sedang bagian kampas kopling dipercayakan memakai Suzuki FR80, dengan pir kopling smash, untuk menyalurkan tenaga gigi rasio 1 di 13/33, rasio 2 di 16/29,dan gigi rasio 3 di 21/29 4. 23/26 menembus topspeed hampir 130 kpj di 201m. Tidak afdol jika tidak di ukur pada meja dynotest, di mototech diukur Torsi didapat pada angka 15,5 nm @ 10,000 rpm dan tenaga di 25,6 horsepower @ 13,000 rpm.
Mekanik : Handoko / Babahe
Alamat : Sanden Kota Magelang
Piston :Daytona 55.2mm
Kompresi :15,5 : 1
Klep :Honda Sonic
Diameter klep:28/24
CDI :Kawahara
Pengapian:36,5 derajat
Magnit :Rotor 450 gram
Balancer :400 gram
Noken as :Estillo
Durasi Noken as : 280 derajat
Buka tutup:60/40
LSA :103
Lift :9.5mm
Karburator : PWK 28mm reamer 30mm
Spuyer :Pilot jet 62 / main jet 105
Rasio :13/33 . 16/29 . 21/29 . 26/23


Tidak ada komentar:
Posting Komentar